BATIK KAYU KREBET
Batik biasanya ditorehkan di atas kain, namun anda bisa menemukan batik yang ditorehkan pada media kayu. Jenis kayu yang digunakan sebagai bahan dasar adalah kayu lunak diantaranya sengon atau albasia, wadang, jenetri, pule, mahoni, kuso, klepu, kembang, dan kayu jinjing. Kayu-kayu tersebut dipilih karena tidak keras, mudah dibentuk, mudah menyerap cairan (pewarna) dan tidak berminyak. Kayu sebagai bahan batik kayu harus mudah didapat dan mudah untuk direboisasi kembali dengan umur kayu layak tebang hingga umur 2-3 tahun.
2. Persiapan alat dan bahan, seperti canting, kompor, wajan, tempat duduk dan bahan membatiknya yaitu lilin malam setelah selesai membatik dan melalui proses pewarnaan dengan alat ember dan panci serta bahannya pewarna kimia atau sintetis.
3. Menggambar pola atau motif, yang pertama menggambar motif pokok berupa gambar berukuran cukup besar terlebih dahulu, lalu menggambar motif pengisi bidang yang lebih kecil dari motif pokok, yang terakhir menggambar motif isian berupa garis atau titik-titik.
4. mencairkan lilin malam
5. pencantingan lilin malam yaitu nglowongi terlebih dulu, lalu membuat isen-isen atau ngiseni
6. pewarnaan pertama, yaitu siapkan kerajinan kayu yang sudah dibatik, lalu siapkam ember untuk larutan pertama dan larutan garam diazodium, celupkan kerajinan kayu dalam larutan pewarna dan garam, terakhir angkat dan tiriskan.
7. pencantingan lilin malam dalam proses menembok, yaitu menutupi motif yang direncanakan agar tidak terkena warna selanjutnya.
8. pewarnaan kedua, lakukan hal yang sama seperti proses pewarnaan pertama.
9. pelorodan lilin malam, dilakukan dalam air mendidih yang dicampur soda abu agar mempermudah pengelupasan dan mencucian lilin malm yang menempel pada batik kayu.
10. proses finishing, dilakukan dengan cara pengolesan menggunakan kuas hingga membentuk lapisan film yang merata pada permukaan kayu yang sudah dibatik.
Contoh Batik kayu
Proses membatik
1. Membuat desain, berupa motif pokok, pengisi bidang, dan motif isian yang membuat kerangka desain pola batik kayu.
2. Persiapan alat dan bahan, seperti canting, kompor, wajan, tempat duduk dan bahan membatiknya yaitu lilin malam setelah selesai membatik dan melalui proses pewarnaan dengan alat ember dan panci serta bahannya pewarna kimia atau sintetis.
3. Menggambar pola atau motif, yang pertama menggambar motif pokok berupa gambar berukuran cukup besar terlebih dahulu, lalu menggambar motif pengisi bidang yang lebih kecil dari motif pokok, yang terakhir menggambar motif isian berupa garis atau titik-titik.
4. mencairkan lilin malam
5. pencantingan lilin malam yaitu nglowongi terlebih dulu, lalu membuat isen-isen atau ngiseni
6. pewarnaan pertama, yaitu siapkan kerajinan kayu yang sudah dibatik, lalu siapkam ember untuk larutan pertama dan larutan garam diazodium, celupkan kerajinan kayu dalam larutan pewarna dan garam, terakhir angkat dan tiriskan.
7. pencantingan lilin malam dalam proses menembok, yaitu menutupi motif yang direncanakan agar tidak terkena warna selanjutnya.
8. pewarnaan kedua, lakukan hal yang sama seperti proses pewarnaan pertama.
9. pelorodan lilin malam, dilakukan dalam air mendidih yang dicampur soda abu agar mempermudah pengelupasan dan mencucian lilin malm yang menempel pada batik kayu.
10. proses finishing, dilakukan dengan cara pengolesan menggunakan kuas hingga membentuk lapisan film yang merata pada permukaan kayu yang sudah dibatik.

No comments:
Post a Comment